Pages

Tampilkan postingan dengan label Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2011

Cara Menyapih ASI

Ada yang menanyakan bagaimana cara menyapih ASI, memang menyapih ASI bukan suatu hal yang mudah dilakukan (karena banyak ibu-ibu yang kerepotan dengan masalah ini). Sebetulnya ASI adalah makanan yang wajib untuk bayi, sampai setidaknya usia 6 bulan, baru setelah itu boleh diberikan makanan tambahan. Karena itu disarankan bagi ibu-ibu hamil untuk segera memberikan ASI setelah anaknya lahir ( Rooming In/Rawat Gabung ). Begitu banyak manfaat yang diperoleh bayi dari ASI, diantaranya adalah perasaan aman dan nyaman, mengapa demikian ? karena sibayi berada dekat dengan ibunya dan lagi perutnya selalu kenyang, belum lagi zat-zat bermanfaat yang terkandung dalam ASI. Rasa inilah yang membuat bayi tumbuh menjadi seorang anak yang begitu dekat dengan ibunya, disinilah intinya, jangan sampai dengan menyapih ASI membuat sianak merasa tidak disayang/ditolak orang tuanya lagi.


Usia berapa yang pantas untuk menyapih ASI ? usia yang paling pas antara 1-2 tahun, karena pada usia ini kebutuhan gizi sudah terpenuhi, disamping itu anak juga lebih mudah disapih, ingatannya belum terlalu panjang, diharapkan anak mudah lupa akan rasa nyamannya bila disusui, bila terlanjur besar anak sudah agak kaku dan susah diajak kerjasama, karena anak yang agak besar sudah lebih mengerti dan sudah mempunyai ego.

Caranya bagaimana ?

Dihentikan mendadak dengan cara mengoleskan jamu/ obat merah/ brotowali/ kopi pada puting ? agar sianak merasa pahit atau dengan menempel puting susu dengan perban ? sebaiknya jangan karena cara-cara ini hanya mengagetkan si anak dan membuat hati anak terluka, sehingga akan muncul perasaan ditolak yang akan mempengaruhi perkembangan mental sianak dikemudian hari.

Cara yang paling baik adalah dengan mengurangi frekuensi pemberian ASI sedikit demi sedikit sampai akhirnya berhenti sama sekali, awalnya kurangi/hentikan menyusui pada siang hari, karena kalo pagi hari payudara penuh dengan ASI sedangkan malam hari adalah saat yang paling digemari anak untuk menyusu. Karena ASI nya dikurangi pasti anak akan merasa lapar pada siang hari, gantikan dengan memberi susu dalam cangkir/gelas sekaligus untuk membiasakan nantinya, demikian seterusnya sampai menyusunya satu kali sehari.

Kendala yang paling sering dihadapi adalah saat anak hendak tidur siang, karena biasanya menjelang tidur adalah saat dimana keinginan menyusu timbul paling kuat. Caranya ajak sianak bermain sebelum ia mau tidur siang, karena kalo anak ini capek, tidurnya lebih cepat dan gampang, bila ia ingat ASI bujuk dia dengan membacakan buku cerita anak yang ia sukai dengan suara yang lambat laun semakin halus, sampai sianak tertidur tanpa teringat ASI lagi, dengan demikian sianak akan tidak merasa ditolak, malah ia akan merasa semakin disayang, dan yang penting tetap dengan kasih.

Cara Melatih Bayi Bicara

Melatih bayi belajar bicara sejak dini akan melatih membantu kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan lingkungan. Apa yang kita katakan, akan tersimpan dalam memorinya dan suatu saat anak akan meniru apa yang dia dengarkan, baik yang di ajarkan orang tua maupun oleh orang-orang di sekitarnya. Satu hal yang paling penting adalah mengajarkan anak bicara dengan kata-kata yang positif, meskipun dia belum bisa bicara, karena ini akan mengasah rasa percaya diri mereka. Berikut Di bawah ini tips mengajar si kecil berbicara:

  • Ajak bayi berbicara sesering mungkin, sejak dini, meskipun dia belum waktunya berbicara.
  • Bicaralah dengan menggunakan suara yang lembut, karena mereka lebih suka mendengar suara yang lembut.
  • Selalu berbicara perlahan dan jelas padanya. Jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengan si kecil.
  • Saat kita sedang bermain dengan di kecil, sebaiknya matikan radio atau televisi.Suara radio dan televidi bisa mengacaukan konsentrasinya.
  • Pilihlah kalimat sederhana.
  • Ajukan pertanyaan yang memancing jawaban lebih dari satu suku kata. Mungkin jawabannya tidak jelas, tapi kita harus tetap menghargainya dan menunggu responnya.
  • Ajaklah si kecil bermain. Mengajarinya berbicara bisa melalui permainan, misalnya ciluk ba, bermain tebak -tebakan,atau juga melalui kegiatan sehari-harinya, dari mandi, makan, berjalan-jalan, dll.
  • Cari kata yang mudah untuk memahaminya.
  • Ulangi apa yang dia katakan, atau yang sedang di coba mengatakannya.Ini akan memperjelas maknanya.
  • Hindari bicara kasar dan buruk di depan mereka.Karena apa yang kita ucapkan akan tersimpan di memori otak anak, dan suatu saat kata-kata buruk dan kasar akan di tiru oleh mereka.
  • Beri dia perhatian pada bayi jika dia mulai mengoceh.Tatap matanya seolah kita tahu apa yang sedang di ucapkannya. Ini akan membuat mereka senang untuk berbicara.
  • Beri tanggapan untuk ocehannya, ingat ,selalu gunakan bahasa yang benar,dan tidak di cadel-cadelkan.
  • Jangan menyalahkan apa yang dia katakan. Ulangi apa yang mereka sampaikan meskipun salah dengan kata yang benar dan berulang-ulang.
  • Kenalkan bayi pada di rinya sendiri, misalnya menunjukan mana mata, hidung, telinga,dll.
  • Kenalkan juga pada benda-benda sekitar {kursi,l ampu, dll} dan juga orang-orang di sekitarnya {kakek, nenek, dll}.
  • Ceritakan kegiatan yang sedang kita lakukan, misalnya: memandikan bayi, membacakan cerita, membuat susu,dll.
  • Putarkan lagu anak-anak sambil turut serta bernyanyi.lebih baik lagi jika kita ikut menari dan bergoyang-goyang sambil bertepuk tangan.
  • Bacakan buku cerita. Pilih buku cerita dengan gambar yang menarik. Gambar yang berwarna-warni akan membuat si kecil semakin tertarik.
  • Tanggapi kemampuan atau perilakunya dengan positip. Misalnya jika dia bisa mulai tengkurap, puji dia jika dia bisa menghabiskan makanannya,beri dia ciuman,dll.
  • Lihat respon si kecil saat di ajak bicara,jika mereka masih memperhatikan kita, dapat terus di ajak bicara.Tetapi jika tidak dan mulai memperhatikan ke hal lain,kita basa memperhatikan waktu   berbicara untuk sementara,dan di ulang lagi di lain waktu. Mungkin saja si kecil mulai bosan dan jangan di paksa.
Intinya: banyak-banyaklah berbicara pada si kecil. Makin banyak stimulasi yang kita berikan, maka semakin cepat pula dia mengembangkan kemampuan berbicaranya.

Bayi Muntah Setelah Diberi ASI

 
Gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir setiap pada bayi. Gumoh berbeda dengan muntah. Keduanya merupakan hal biasa (normal) dan tidak menandakan suatu hal yang serius yang terjadi pada bayi Anda. Hanya sebagian kecil kasus muntah bayi (muntah patologis) yang menjadi indikasi gangguan serius .

Samakah gumoh dan muntah pada bayi?


Baik gumoh dan muntah pada bayi merupakan pengeluaran isi lambung. Bedanya gumoh terjadi seperti illustrasi air yang mengalir ke bawah , bisa sedikit (seperti meludah) atau cukup banyak. Bersifat pasif dan spontan. Sedangkan muntah lebih cenderung dalam jumlah banyak dan dengan kekuatan dan atau tanpa kontraksi lambung.

Sekitar 70 % bayi berumur di bawah 4 bulan mengalami gumoh minimal 1 kali setiap harinya, dan kejadian tersebut menurun sesuai dengan bertambahnya usia hingga 8-10 persen pada umur 9-12 bulan dan 5 persen pada umur 18 bulan. Meskipun normal, Gumoh yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan bayi.

Penyebab Gumoh Bayi:
1. ASI atau susu yang diberikan melebihi kapasitas lambung.
Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri.

2. Posisi menyusui.
  • Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran napas. Bayi pun gumoh.
  • Pemakaian bentuk dot. Jika si bayi suka dot besar lalu diberi dot kecil, ia akan malas mengisap karena lama. Akibatnya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi dan lebih banyak udara yang masuk. Udara masuk ke lambung, membuat bayi muntah.

3.Klep penutup lambung belum berfungsi sempurna.
Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna.

4. fungsi pencernaan bayi dengan peristaltik (gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus) untuk makanan dapat masuk dari saluran pencernaan ke usus, masih belum sempurna.

5. Terlalu aktif. Misalnya pada saat bayi menggeliat atau pada saat bayi terus menerus menangis. Ini akan membuat tekanan di dalam perutnya tinggi, sehingga keluar dalam bentuk muntah atau gumoh.

Cara meminimalisir Gumoh atau muntah bayi :
1. Hindari memberikan ASI/susu saat bayi berbaring. Jaga agar bayi tetap dalam posisi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu.

2. Hindari meletakkan bayi di kursi bayi karena akan meningkatkan tekanan pada perut.

3. Hindari merangsang aktivitas yang berlebihan setelah bayi menyusu.

4. Kontrol jumlah ASI/susu yang diberikan.misal Berikan ASI /susu dengan jumlah sedikit tapi sering.

5. sendawakan bayi segera setelah menyusu. Bahkan bayi terkadang masih membutuhkan bersendawa di antara 2 waktu menysusu.

6. Check lubang dot yang Anda gunakan untuk memberikan ASI/susu. Jika lubang terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. Jika terlalu besar ,susu akan mengalir dengan cepat yang bisa memungkinkan bayi Anda gumoh.

7. Hindari memberikan ASI/susu ketika bayi sanagt lapar, karena bayi akan tergesa-gesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara masuk.

8. jika menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.

9. Jangan mengangkat bayi saat gumoh atau muntah.
Segera mengangkat bayi saat gumoh adalah berbahaya, karena muntah atau gumoh bisa turun lagi, masuk ke paru dan akhirnya malah mengganggu paru. Bisa radang paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan anak. Biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan.

10. Biarkan saja jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya.
Hal ini justru lebih baik daripada cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru karena bisa menyebabkan radang atau infeksi. Muntah pada bayi bukan cuma keluar dari mulut, tapi juga bisa dari hidung. Hal ini terjadi karena mulut, hidung, dan tenggorokan punya saluran yang berhubungan. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tak semuanya bisa keluar dari mulut, maka cairan itu mencari jalan keluar lewat hidung.

11. Hindari bayi tersedak.
bila si bayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernapasan alias paru-paru. ini disebut aspirasi dan berbahaya. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya. Akan lebih baik jika sebelum si bayi muntah (saat menunjukkan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan atau ditengkurapkan atau didirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya.

Perlu OBSERVASI
Adalah sangat penting mengetahui bahwa muntah atau gumoh berlebihan pada bayii Anda yang mengarah pada hal patologis. Anda tak perlu khawatir jika :
  • Berat badan bertambah (dalam rentang normal)
  • Bayi tampak senang
  • Pertumbuhan dan perkembangan bayi normal
Sebaliknya, Anda perlu khawatir jika:
  • Penurunan berat badan atau tidak ada kenaikan berat badan
  • Infeksi dada berulang
  • Muntah disertai darah
  • Bayi dehidrasi
  • Gangguan pernafasan misal henti nafas, biru atau nafas pendek

Tanda awal adanya masalah dengan pemberian ASI/susu pada bayiantara lain:
1. Bayi tidak tenang/selalu rewel/gelisah sepanjang waktu
2. Bayi tidak ingin menyusu /tidak nafsu
3. Bayi selalu menangis saat atau setelah menyusu
4. Bayi muntah /gumoh secara berlebihan yang berulang dan sering.

Penyebab Bayi Menangis

Memiliki bayi memang menyenangkan, tapi tak jarang juga membuat kita cemas. Apalagi pada saat ia terus-terusan menangis tanpa kita tahu sebabnya. Kita pun jadi panik, ada apakah dengan bayi kita? Apakah yang dirasakannya? Apakah ada sesuatu yang salah? Dan seribu pertanyaan lainnya.. Saat si bayi menangis, orang tua kadang stres bukan kepalang. Sebab, mereka tidak tahu bagaimana menenangkan buah hatinya.

Pada dasarnya, menangis ini merupakan salah satu cara bayi meminta perlindungan dari diri anda serta menangis adalah cara si kecil berkomunikasi dengan Anda. Jika bayi menangis, Sebaiknya Anda tidak cemas atau panik. Memberikan ASI atau menggendongnya bukanlah selalu jawaban untuk menghentikan tangis. Tangis akan mudah dihentikan, jika Anda tahu penyebabnya. Karena bayi belum bisa bicara .... maka bagaimana cara memahami arti tangisan bayi?


Terdapat sejumlah penyebab mengapa bayi menangis. Dan terdapat sejumlah langkah yang perlu anda ambil untuk mengatasi hal ini.

Bayi Lapar
Ini adalah penyebab bayi menangis yang paling umum. Untuk itu segeralah anda memberinya ASI atau susu formula bayi, khususnya ketika anda belum memberi bayi anda ASI atau susu formula selama rentang waktu dua hingga tiga jam (bergantung pada usia dan bera bayi anda).

Bayi Haus
Beri bayi anda air matang yang dingin, terutama bila cuaca sangat panas. Rasa haus ini juga dapat diakibatkan karena ia terserang demam.

Bayi Kepanasan/kedinginan
Bila leher belakang bayi anda terasa panas, sangat boleh jadi suhu ruangan terlalu panas. Bila demikian, lepas bajunya. Sebaliknya, bila tangan dan kaki bayi anda terasa sangat dingin, tambahkan tilam tidurnya da n beri tambahan baju dan tubuhnya lebih hangat.

Popok kotor
Ganti segera popoknya apabila popoknya kotor atau basah. Ini sangat penting diperhatikan mengingat popok yang kotor dapat menyebabkan bayi anda terserang gatal-gatal.

Bayi Bosan
Coba gendong bayi anda. Coba pula anda berbicara padanya dan bawa bayi anda ketempat lain dimana ia dapat melihat suasana yang lain.

Bayi Merasa sakit
Dalam hal ini anda mesti mengetahui sumber penyebab rasa sakitnya. Rasa sakit itu dapat disebabkan oleh antara lain sakit perut, gigi yang mau tumbuh atau serangan penyakit lain.

Bayi merasa takut dan perasaan lain
Bayi menangis dapat pula karena ia mendengar suara menakutkan, melihat orang asing atau karena mainannya jauh dari jangkauannya. Dalam hal ini anda dapat menghentikan tangisnya dengan menggendongnya dan menghiburnya.

Bayi Lelah
Bayi menangis karena sangat boleh jadi ia lelah dan ingin cepat tidur. Gendong dan peluklah ia untuk menenangkannya.

Stimulasi yang berlebihan
Suara gaduh yang terus-menerus atau aktivitas yang berlebihan dapat membuat bayi anda tidak tahan dan akhirnya menangis. Kalau itu terjadi, segera bawa bayi anda ketempat yang lebih tenang.

Bayi ingin dipeluk
Bayi-bayi memerlukan intensitas pelukan sangat banyak. Jadi, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak memeluk si kecil.

Sabtu, 02 Juli 2011

Perkembangan Motorik Kasar Anak

Motorik kasar merupakan gerakan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Contohnya, berjalan, berlari, berlompat, dan sebagainya.

Perkembangan motorik kasar pada bayi memiliki rangkaian tahapan yang berurutan. Artinya setiap tahapan harus dilalui dan dikuasai dulu sebelum memasuki tahapan selanjutnya. Tidak semua bayi akan menguasai suatu keterampilan di usia yang sama, karena perkembangan anak bersifat individual. Tapi perbedaan itu tidak disebabkan bayi yang satu lebih pandai daripada bayi yang lain. Perkembangan keterampilan tidak ada pengaruhnya langsung dengan kecerdasan.


Berikut merupakan tahapan perkembangan motorik pada anak sesuai dengan pertumbuhan usianya:

ANAK USIA 3 TAHUN
a. berbalik atau berhenti secara tiba-tiba atau cepat
b. melompat dengan lompatan kurang lebih 37-60 cm
c. naik tangga tanpa dibantu
d. meloncat dengan tambahan beberapa variasi lompatan

ANAK USIA 4 TAHUN
a. sangat aktif, mampu meniru, mengikuti dan menikmati berbagai gerakan yang dicontohkan
b. mampu mengontrol gerakan dan memberikan respon bila diberi petunjuk orang dewasa. Seperti berhenti, memulai, atau berputar yang lebih efektif
c. naik turun tangga dengan langkah kaki yang saling bergantian

ANAK USIA 5 TAHUN
a. mampu melakukan gerakan dengan konstan dan waktu istirahat yang pendek
b. mampu mengikuti permainan fisik yang bersifat sosial
c. mampu menaik sepeda roda tiga
d. berjalan di garis lurus ke depan atau ke belakang
e. lompat ditempat dengan 1 kaki
f. berjalan di atas papan keseimbangan

Sumber : http://bidanku.com/

Perkembangan Motorik Halus Anak

Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin. Seperti, bermain puzzle, menyusun balok, memasukan benda ke dalam lubang sesuai bentuknya, membuat garis, melipat kertas dan sebagainya.


Kecerdasan motorik halus anak berbeda-beda. Dalam hal kekuatan maupun ketepatannya. perbedaan ini juga dipengaruhi oleh pembawaan anak dan stimulai yang didapatkannya. Lingkungan (orang tua) mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam kecerdasan motorik halus anak. Lingkungan dapat meningkatkan ataupun menurunkan taraf kecerdasan anak, terutama pada masa-masa pertama kehidupannya.

Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. Di setiap fase, anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Semakin banyak yang dilihat dan didengar anak, semakin banyak yang ingin diketahuinya. Jika kurang mendapatkan rangsangan anak akan bosan. Tetapi bukan berarti anda boleh memaksa si kecil. Tekanan, persaingan, penghargaan, hukuman, atau rasa takut dapat mengganggu usaha dilakukan si kecil.

Berikut perkembangan motorik halus anak berdasarkan tahapan usianya

ANAK USIA 3 TAHUN
a. menggambar mengikuti bentuk
b. menarik garis vertikal, menjiplak bentuk lingkaran
c. membuka menutup kotak
d. menggunting kertas mengikuti pola garis lurus

ANAK USIA 4 TAHUN
a. menggambar sesuatu yang diketahui, bukan yang dilihat
b. mulai menulis sesuatu dan mampu mengontrol gerakan tangannya
c. menggunting zig zag, melengkung, membentuk dengan lilin
d. menyelesaikan pasel 4 keping

ANAK USIA 5 TAHUN
a. melipat
b. menggunting sesuai pola
c. menyusun mainan konstruksi bangunan
d. mewarnai lebih rapi tidak keluar garis
e. meniru tulisan



Sumber : http://bidanku.com/

Senin, 26 Juli 2010

Mitos-Mitos Seputar Bayi

Begitu banyak beredarnya mitos dan anggapan di masayarakat kita adalah dikarenakan begitu kuat dan percayanya masayarakat terhadap mitos tersebut. Saat ini banyak mitos mencakup berbagai macam sendi kehidupan, termasuk mitos-mitos di seputar bayi. Memang, adakalanya mitos atau anggapan yang beredar betul adanya, namun banyak pula yang salah dan menyesatkan. Berikut beberapa mitos yang salah yang beredar di masayarkat di seputar bayi yang sering banyak dilakukan oleh para orang tua.



Air Dingin Membuat Bayi Kuat

Anggapan memandikan bayi dengan air dingin dapat membuat bayi kuat sangat tidak benar. Bayi justru rentan terhadap suhu dingin. Itu sebabnya setelah lahir orangtua membedong bayinya. Air dingin dapat membuat pembakaran dan metabolisme tubuh bayi meningkat, sehingga makanan dalam tubuh bisa habis untuk mengatur suhu tubuh. Bayi bisa kehabisan tenaga dan akhirnya mudah sakit. Bayi harus dimandikan dengan air hangat. Angkat sebelum bayi kedinginan dan usahakan anak dalam keadaan hangat.



Gurita Mencegah Perut Buncit & Pusar Bodong

Pendapat ini, kurang tepat, karena semua bayi perutnya memang lebih besar daripada dada. Semakin bertambah usianya, perut akan kelihatan mengecil.


Begitu juga dengan pusar bodong. Tanpa gurita, pusar bayi pun lama-kelamaan akan masuk ke tempatnya. Sebaliknya, kalau memang bakatnya bodong, sekalipun memakai gurita, tetap saja akan bodong.



Gurita sebaiknya tidak dipakai karena bisa membuat anak tertekan, khususnya di bagian limpa, jantung, lever, juga membuat bayi susah bernapas.



Bedong Membuat Kaki Tidak Bengkok

Konon, selain ampuh meluruskan kaki bayi yang bengkok, bedong juga membuatnya tidak cepat masuk angin, tidur nyenyak, dan tidak kagetan. Apalagi kalau bedongannya dibuat sekuat mungkin atau istilahnya "dibedong lontong".


Asal tahu saja, antara kaki bengkok dengan bedong tidak ada hubungannya sama sekali. Semua kaki bayi memang bengkok. Nanti, dengan semakin kuatnya tulang anak dan kian besarnya keinginan untuk bisa berjalan, kaki anak akan lempeng sendiri. Perkembangan fisiologis kaki memang seperti itu.



Rambut Bayi Harus Dicukur Sampai Habis Supaya Tumbuhnya Lebat & Hitam

Tebal-tipisnya rambut bergantung pada faktor genetik. Bila dicukur habis, maka rambut baru yang tumbuh biasanya agak kasar dibanding aslinya. Itulah yang mungkin dianggap rambut tumbuh lebih tebal.



Kopi Dapat Mencegah Bayi Step (kejang)

Bayi sebaiknya tidak diberi kopi. sebab kopi mengandung kafein, yang justru membahayakannya, karena dapat memicu denyut jantung lebih cepat. Akibatnya bayi akan deg-degan terus.



Kuku Bayi Tidak Boleh Dipotong Sebelum Usia 40 Hari.

Kuku bayi yang panjang justru dapat melukai wajahnya. Bahkan melukai kornea matanya. Larangan itu mungkin muncul karena ibu-ibu khawatir memotong kuku sebelum bayinya berusia 40 hari, akan melukai kulit jari tangan atau kaki bayi. Karena itu kehati-hatian diperlukan saat memotong kuku bayi. dan gunting yang digunakan juga gunting khusus untuk memotong kuku bayi.



Colek Pipi Bayi Dengan Cabe Rawit Jika Ingin Berlesung Pipit.

Lesung pipit terjadi karena adanya gerakan susunan otot-otot di bagian wajah terutama pipi. Pada orang-orang tertentu susunan otot-otot tersebut membentuk lekukan sehingga terjadilah lesung pipit ketika otot bergerak.



Baby Walker Dapat Membantu Bayi Berjalan Lebih Cepat

Bayi yang banyak menghabiskan waktu aktifnya di dalam baby walker hanya akan belajar duduk, bergerak ke sana-kemari tanpa tegak, dan akhirnya kemampuannya berjalan menjadi lebih lambat dibandingkan bayi yang tidak memakai baby walker. Selama bayi duduk di baby walker yang memiliki bentuk menyamping dengan ruang kaki yang sempit justru membatasi ruang gerak dan visualisasinya sehubungan perkembangan koordinasi otot tubuhnya