Pages

Tampilkan postingan dengan label Konsumen KB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsumen KB. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juli 2011

Kontrasepsi Non Hormonal

Selain jenis hormonal, kontrasepsi pun tersedia dalam jenis non hormonal, seperti misalnya penggunaan IUD dan kondom.

Bagi kaum wanita yang menyukai kepraktisan dan merasa kurang menyukai efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal, jenis kontrasepsi non hormonal bisa dijadikan alternatif.

Sedangkan kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi non hormonal tersebut, dapat dibaca lebih jelas melalui uraian berikut ini.



AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / IUD
Alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur, yang dimasukkan ke dalam rongga rahim oleh seorang bidan / dokter terlatih.
Sangat efektif, dan bila berhenti memakai AKDR, kehamilan dapat terjadi. AKDR ini merupakan cara KB jangka panjang.
AKDR tipe TCu-380 A misalnya, efektif paling sedikit selama 10 tahun.
Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan pertama pemakaian. Mengalami sedikit ketidak-nyamanan setelah IUD dipasang.
Tidak ada pengaruh terhadap ASI. Seorang dokter / bidan yang telah mendapat pelatihan khusus dapat memasangnya segera setelah melahirkan.
Infeksi panggul cenderung menyerang pemakai IUD terlebih lagi apabila si pemakai telah terjangkit penyakit menular seksual.
IUD dapat keluar sendiri pada waktu mengedan, khususnya pada bulan-bulan pertama pemakaian, jadi sangat penting memeriksakan talinya.
Tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita yang mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS).

KONDOM
Selain mencegah kehamilan juga dapat melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV / AIDS.
Kondom dapat digunakan untuk mencegah HIV / AIDS, sekaligus ber KB
Dengan sedikit berlatih – mudah digunakan secara benar.
Efektif bila setiap dilakukan secara benar.
Beberapa pria merasa bahwa kondom mengganggu hubungan seks dan mengurangi kenikmatan.

METODE SEDERHANA / VAGINAL
Spermisid (tissu KB), diafragma dan kap, merupakan cara KB yang dapat dipakai sendiri oleh wanita.
Harus dimasukkan ke dalam vagina (liang senggama) setiap kali sebelum berhubungan. Dilakukan sebelum mengadakan hubungan seks.
Efektif bila digunakan secara benar.
Dapat membantu mencegah penyakit menular seksual.
Menggunakan cara KB ini, cenderung untuk terkena infeksi saluran kencing.
Tissu KB tidak mudah didapat.

sumber : bkkbn online

Selasa, 15 Juni 2010

Konsumen KB

Konsumen KB adalah individu yang melakukan perencanaan keluarga dengan menggunakan alat kontrasepsi modern dan alamiah.


Apa saja Hak Konsumen KB?




  • Hak atas informasi.  Hak untuk mengetahui segala manfaat dan keterbatasan pilihan metode perencanaan keluarga.

  • Hak akses.  Yaitu hak untuk memperoleh pelayanan tanpa membedakan jenis kelamin, agama dan kepercayaan, suku, status sosial, status perkawinan dan lokasi.

  • Hak pilihan.  Hak untuk memutuskan secara bebas tanpa paksaan dalam memilih dan menerapkan metode KB.

  • Hak keamanan.  Yaitu hak untuk memperoleh pelayanan yang aman dan efektif.

  • Hak privasi.  Setiap konsumen KB berhak untuk mendapatkan privasi atau bebas dari gangguan atau campur tangan orang lain dalam konseling dan pelayanan KB.

  • Hak kerahasiaan.  Hak untuk mendapatkan jaminan bahwa informasi pribadi yang diberikan  akan dirahasiakan.

  • Hak harkat.  Yaitu hak untuk mendapatkan pelayanan secara manusiawi, penuh penghargaan dan perhatian.

  • Hak kenyamanan.  Setiap konsumen KB berhak untuk memperoleh  kenyamanan dalam pelayanan.

  • Hak berpendapat.  Hak untuk menyatakan pendapat secara bebas terhadap pelayanan yang ditawarkan.

  • Hak keberlangsungan.  Yaitu hak untuk mendapatkan jaminan ketersediaan metode KB secara lengkap dan pelayanan yang berkesinambungan  selama diperlukan.

  • Hak ganti rugi.  Hak untuk mendapatkan ganti rugi apabila terjadi pelanggaran terhadap  hak konsumen.