Pages

Tampilkan postingan dengan label Mengompol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengompol. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

Mengompol Pada Anak, Dapatkah Diatasi?

Gangguan berkemih, khususnya gangguan untuk dapat menahan keinginan berkemih, sebenarnya merupakan masalah pada berbagai kelompok usia. Di Amerika Serikat, diperkirakan ada 13 juta orang mengalami gangguan kemampuan untuk menahan keluarnya urin (kencing) sebelum waktunya. Mengompol dapat mengenai  anak-anak, akan tetapi umumnya akan menghilang seiring berjalannya waktu, menunjukkan bahwa mengompol untuk sebagian orang merupakan bagian normal dari proses pertumbuhan.


Tidak peduli kapan dan seberapa sering mengompol itu terjadi, mengompol dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan stress. Masalah ini dapat terjadi di tengah nyenyaknya seseorang tidur atau menimbulkan masalah yang memalukan bila terjadi pada siang hari. Oleh karenanya penting untuk memahami bahwa inkontinensia atau mengompol merupakan bagian normal dari suatu masa pertumbuhan dan ada pengobatan untuk sebagian besar anak-anak yang mengalami kesulitan mengontrol keinginan berkemihnya.


Bagaimana sistem berkemih bekerja?


Proses berkemih merupakan suatu aktivitas yang rumit. Kantong kemih merupakan otot yang menyerupai balon yang terletak dibagian terbawah rongga perut. Kantong kemih menyimpan urin, sampai volume tertentu, lalu mengeluarkan urin tersebut melalui uretra, suatu saluran kemih yang membawa urin keluar tubuh. Aktivitas berkemih tersebut melibatkan persarafan, otot, saraf tulang belakang, dan otak.


Kantong kemih terbuat dari 2 tipe otot yakni otot detrusor, suatu kantong yang menyimpan urin dan kemudian mengeluarkannya, dan sfingter, suatu otot melingkar di leher kantong kemih yang secara ototmatis berkontraksi untuk menahan urin tidak keluar bila belum waktunya,dan juga berelaksasi manakala otot detrusor pada badan kantong kemih berkontraksi sehingga memungkinkan uri keluar melalui uretra’


Kantong kemih bayi terisi sampai ukuran tertentu, dan kemudian berkontraksi untuk mengosongkannya. Manakala sang anak bertambah besar, sistem saraf berkembang pula. Otak sang anak mulai menerima pesan dari kantong kemih yang sedang diisi dan mulai mengirim pesan ke kantong kemih untuk tetap ditahan di kantong kemih dan tidak otomatis dikosongkan sampai sang anak memutuskan waktu dan tempat yang tepat. Kegagalan di dalam mengontrol mekanisme tersebut di atas menyebabkan terjadinya mengompol atau biasa disebut inkontinensia.


Mengompol di siang hari


Kondisi ini terjadi di siang hari pada anak-anak yang sebenarnya sudah cukup besar untuk tidak tidak mengompol (di atas usia 3-5 tahun). Mengompol di malam hari biasanya juga terjadi. Kondisi-kondisi tersebut dapat diakibatkan oleh:




  • Hilangnya atensi terhadap adanya keinginan berkemih, merupakan manifestasi  gangguan atau masalah perkembangan atau kejiwaan (psychogenic), yang mungkin terjadi akibat stress atau bagian dari masalah kepribadian secara umum.

  • Instabilitas otot-otot kantong kemih sehingga terjadi kontraksi-kontraksi kantong kemih yang tidak terkoordinasi

  • Kelemahan pada leher kantong kemih

  • Infeksi saluran kemih

  • Sembelit

  • Gangguan persarafan pada kantong kemih


Pada anak-anak yang mengalami gangguan mengompol di siang hari tersebut, akan dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Pemeriksaan yang lengkap mulai dari kepala sampai dengan area perut, panggul dan perkemihan akan dilakukan oleh dokter. Selain itu, juga akan dilakukan pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan urin (kencing) untuk melihat kemungkinan adanya infeksi. Bila diperlukan mungkin akan dilakukan pemeriksaan USG, urodinamik, foto ronsen


Latihan berkemih dan latihan otot dasar panggul merupakan bagian dari pengobatan yang akan diberikan pada anak-anak yang mengalami masalah mengomol tersebut di atas. Sembelit harus diatasi, alarm berukuran kecil dapat diletakkan di celana dapat digunakan manakala terdapat masalah gangguan atensi pada sensasi berkemih,. Obat-obat dapat pula diberikan untuk mengurangi kontraksi kantong kemih sehingga kejadian mengompol dapat dikurangi atau untuk menguatkan leher kantong kemih agar tidak mudah terbuka sebelum waktu berkemih yang seharusnya.

Rabu, 01 Desember 2010

Mengompol pada Wanita

Mengompol tidak hanya dialami oleh anak-anak saja, orang dewasa pun bisa mengalaminya. Mengompol bisa saja dialami oleh seorang wanita di usia paruh baya yang belum berusia lanjut. Risiko mengompol akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Wanita mengalami kejadian mengompol dua kali lebih banyak dari pria. Penderita mengompol terutama wanita umumnya akan merasa malu dan terganggu aktivitasnya. Mereka akan segan beraktivitas dengan teman dan keluarga karena khawatir menimbulkan bau yang tak sedap bagi orang lain di sekitarnya. Mengompol juga dapat terjadi pada saat mereka melakukan aktivitas seksual, sehingga akan menimbulkan stres emosional.



Apa yang dimaksud dengan mengompol ?


Mengompol merupakan keluarnya urin tanpa dapat dikendalikan. Anda tidak dapat selalu mengontrol keluarnya urin, dan anda akan mendapati pakaian menjadi basah. Hal ini tentu saja menimbulkan masalah higiene dan rasa malu sehingga menjadi masalah sosial. Ada dua jenis utama mengompol, yaitu mengompol tipe stres dan tipe urgensi.




  1. Mengompol tipe stres dapat terjadi ketika anda batuk, tertawa, bersin, atau berolah raga. Tipe ini merupakan tipe yang paling sering dialami oleh wanita.

  2. Mengompol tipe urgensi atau biasa juga disebut dengan kandung kemih hiperaktif dapat terjadi ketika anda memiliki keinginan yang sangat kuat untuk berkemih namun anda tidak sempat mencapai toilet tepat pada waktunya. Hal ini juga bisa terjadi walau di kandung kemih anda hanya terdapat sedikit urine. Beberapa wanita mungkin tidak memiliki sinyal untuk segera mengeluarkan urin, sehingga urin keluar begitu saja. Ada juga wanita yang mengeluarkan urin setelah mereka minum atau mendengar/menyentuh air mengalir.


Mengompol tipe campuran yaitu campuran tipe stres dan urgensi umumnya terjadi pada wanita usia lanjut.



Apa penyebab mengompol ?


Masalah mengompol dapat terjadi karena melemahnya otot-otot pada saluran kemih bawah dan karena terjadi kerusakan pada saluran kemih atau syaraf yang mengontrol kegiatan berkemih. Selama masa kehamilan dan penambahan berat badan dapat menyebabkan melemahnya otot-otot panggul sehingga menyebabkan mengompol. Mengompol selama kehamilan dapat sembuh dengan sendirinya. Proses persalinan dapat membuat otot-otot dasar panggul rusak akibat regangan otot-otot dan jaringan penunjang serta robekan jalan lahir, sehingga menimbulkan risiko mengompol. Apabila setelah 6 minggu persalinan mengompol masih terjadi, dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk diobati. Penurunan hormon estrogen pada wanita menopause akan menyebabkan penurunan tekanan otot vagina dan uretra (pintu saluran kemih), sehingga juga menyebabkan terjadinya mengompol.


Penggunaan obat pelancar kencing atau obat penenang juga bisa menyebabkan mengompol. Adanya infeksi saluran kemih, kegemukan, riwayat operasi kandungan, kadar gula darah tinggi, kesadaran menurun, adanya gangguan sistem syaraf seperti stroke dan Parkinson, serta banyak mengkonsumsi minuman seperti kopi, teh manis, dan soft drink juga memudahkan terjadinya mengompol.



Bagaimana mengatasi mengompol ?


Masalah mengompol bisa diatasi dengan terapi perilaku maupun dengan pemberian obat-obatan. Terapi perilaku yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan latihan otot dasar panggul dan latihan berkemih. Latihan otot dasar panggul atau biasa juga dikenal dengan Kiegel exercise bertujuan untuk memperkuat otot dasar panggul sehingga saluran kemih dapat menutup dengan sempurna. Cara ini merupakan salah satu cara terbaik untuk terapi mengompol tipe stres. Latihan dapat dilakukan sambil duduk atau tidur dengan melakukan kontraksi seperti menahan keluarnya angin dari dubur (kentut) selama beberapa saat (tahan samapi hitungan ke-10), kemudian rileks kembali. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan secara rutin dan teratur, untuk awal dapat dilakukan 3-4 kali dalam sehari, kemudian ditingkatkan menjadi 20 kali dalam sehari. Untuk melihat hasil dari lathan otot dasar panggul ini diperlukan waktu kurang lebih 3-6 bulan.


Latihan berkemih dilakukan dengan membuat jadwal berkemih untuk penderita, mula-mula setiap 30 menit samapi 2 jam kemudian diperpanjang bertahap hingga keinginan berkemih timbul setiap 3-4 jam. Latihan ini bertujuan untuk memperpanjang interval keinginan berkemih.


Pemberian obat-obatan pada terapi mengompol baru dapat dilakukan apabila dengan terapi perilaku penderita tidak mengalami perbaikan.



Bagaimana mencegah mengompol ?


Memperkuat otot dasar panggul dengan melakukan Kegel exercise dapat mengurangi risiko mengompol. Bagi anda yang perokok, sebaiknya mulai untuk berhenti merokok. Karena dengan berhenti merokok, tentunya akan mengurangi batuk, sehingga akan menurunkan risiko mengompo